Pengertian Parallel Structure
Parallel Structure merupakan gugusan kata yang digunakan dalam rangkaian atau kelompok serta mempunyai bentuk yang sama sesuai grammar. Untuk menggabungkan Parallel Structure dibutuhkan adanya coordinate conjunction (konjungsi koordinasi) seperti "dan", "atau", dll (end, or, etc) sebagai penghubung. Sebuah struktur paralel (Parallel Structure) dapat dibangun pada tingkat kata, frasa, maupun klausa dalam kalimat yang berbeda.
Maka dapat disimpulkan bahwa Parallel Structure adalah kalimat yang terdiri dari beberapa komponen dengan pola struktur yang sama. Misalnya, ketika suatu kalimat menggunakan predikat dengan pola past tense maka unsur lainnya juga menggunakan past tense. Jika menggunakan pola adjective, maka yang lain pun mengikutinya.
Tips untuk Menghindari Kesalahan Penggunaan Parallel Structure
Tips yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan dalam penggunaan struktur paralel, yaitu:
- Baca teks bacaan teman-teman, periksa setiap sisi dari kata "dan" & "atau" untuk memastikan apakah item yang digabungkan itu paralel. Jika tidak, buatlah sejajar.
- Jika teman-teman memiliki beberapa item dalam daftar, letakkan di kolom untuk melihat apakah mereka paralel.
- Koreksi setiap item dalam daftar atau item yang sedang dibandingkan, apakah mereka sudah sejenis. Misalnya suatu item menggunakan kata akhiran "ing", pastikan apakah kata tersebut sudah sesuai atau setara dengan item lainnya. Atau apakah ada beberapa ritme yang diulang atau sesuatu yang dapat merusak satuan kalimat tersebut, maka periksalah apakah perlu dibuat paralel.
- Seimbangkan penggunaan suara kata kerja (dari aktif ke pasif dan sebaliknya) dalam setiap item yang sedang dibandingkan.
Contoh penggunaan Parallel Structure
Kata dan Frasa
Catatan: teman-teman dapat menggunakan "to" sebelum semua kata kerja dalam kalimat atau hanya sebelum kata kerja pertama.
Klausa
Struktur paralel yang dimulai dengan klausa harus tetap dengan klausa. Mengubah pola lain atau mengubah suara kata kerja (dari aktif ke pasif atau sebaliknya) akan memutus paralelisme. Contoh:
The coach told the players that they should get a lot of sleep (clause), that they should not eat too much (clause), and that they should do some warm-up exercises before the game (clause).
Artinya:
Pelatih memberi tahu para pemain bahwa mereka harus banyak tidur (klausa), bahwa mereka tidak boleh makan terlalu banyak (klausa), dan bahwa mereka harus melakukan beberapa latihan pemanasan sebelum pertandingan (klausa).
Atau dapat juga berbentuk seperti berikut:
The coach told the players that they should get a lot of sleep, not eat too much, and do some warm-up exercises before the game.
Artinya:
Pelatih memberi tahu para pemain bahwa mereka harus banyak tidur, tidak boleh makan terlalu banyak, dan melakukan beberapa latihan pemanasan sebelum pertandingan.
Daftar setelah titik dua
Pastikan untuk menyelaraskan semua elemen dalam daftar ke dalam bentuk yang sama. Contoh:
The dictionary can be used to find these: word meanings, pronunciations, correct spellings, and irregular verbs.
Artinya:
Kamus dapat digunakan untuk menemukan ini: arti kata, pengucapan, ejaan yang benar, dan kata kerja tidak beraturan.
Bunyi Kalimat (aktif atau pasif)
Aktif dan pasifnya suatu subkalimat juga harus diperhatikan dalam membandingkan struktur paralel, dan dalam satu kalimat haruslah setara bunyi bahasanya.
Contoh:
Mr. Thomas expected that he would present his ideas at the meeting (active), that there would be time for him to show his slide presentation (active), and that his partners would agree with him (active).
Artinya:
Pak Thomas berharap akan mempresentasikan idenya saat rapat (aktif), ada waktu baginya untuk menampilkan slide presentasi (aktif), dan rekannya setuju dengannya (aktif).
Penggunaan Adjective dan Adverb
The soldiers approached the enemy camp slowly (adverb) and silently (adverb).
Artinya:
Para prajurit mendekati kamp musuh secara perlahan (kata keterangan) dan diam-diam (kata keterangan).