Senin, 21 Desember 2020

Parallel Structure, Pengertian, Trik, serta Contoh Kalimatnya

Pengertian Parallel Structure

Parallel Structure merupakan gugusan kata yang digunakan dalam rangkaian atau kelompok serta mempunyai bentuk yang sama sesuai grammar. Untuk menggabungkan  Parallel Structure dibutuhkan adanya coordinate conjunction (konjungsi koordinasi) seperti "dan", "atau", dll (end, or, etc) sebagai penghubung. Sebuah struktur paralel (Parallel Structure) dapat dibangun pada tingkat kata, frasa, maupun klausa dalam kalimat yang berbeda.

Maka dapat disimpulkan bahwa Parallel Structure adalah kalimat yang terdiri dari beberapa komponen dengan pola struktur yang sama. Misalnya, ketika suatu kalimat menggunakan predikat dengan pola past tense maka unsur lainnya juga menggunakan past tense. Jika menggunakan pola adjective, maka yang lain pun mengikutinya.

Tips untuk Menghindari Kesalahan Penggunaan Parallel Structure

Tips yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan dalam penggunaan struktur paralel, yaitu:

  • Baca teks bacaan teman-teman, periksa setiap sisi dari kata "dan" & "atau" untuk memastikan apakah item yang digabungkan itu paralel. Jika tidak, buatlah sejajar.
  • Jika teman-teman memiliki beberapa item dalam daftar, letakkan di kolom untuk melihat apakah mereka paralel.
  • Koreksi setiap item dalam daftar atau item yang sedang dibandingkan, apakah mereka sudah sejenis. Misalnya suatu item menggunakan kata akhiran "ing", pastikan apakah kata tersebut sudah sesuai atau setara dengan item lainnya. Atau apakah ada beberapa ritme yang diulang atau sesuatu yang dapat merusak satuan kalimat tersebut, maka periksalah apakah perlu dibuat paralel.
  • Seimbangkan penggunaan suara kata kerja (dari aktif ke pasif dan sebaliknya) dalam setiap item yang sedang dibandingkan.

Contoh penggunaan Parallel Structure

Struktur paralel memiliki berbagai jenis tertentu tergantung topik atau item yang sedang dibandingkan, namun syarat dari setiap struktur paralel tersebut tetap sama yaitu pola strukturnya haruslah sama (setara).
Berikut merupakan contoh dari penggunaan struktur paralel:

Kata dan Frasa


Mary likes hiking (noun), swimming (noun), and bicycling (noun).

Artinya:
Mary suka mendaki (kata benda), berenang (kata benda), dan mengendarai sepeda motor (kata benda).

Contoh 2:

Dad told me that I should study a lot (phrase), not eat fast food (phrase), and maintain a strict routine before the exam (phrase).

Artinya:
Ayah memberi tahu saya bahwa saya harus banyak belajar (frasa), tidak makan makanan cepat saji (frasa), dan menjaga rutinitas yang ketat sebelum ujian (frasa).

Contoh 3:

I like to hike, to swim (infinitive), to swim (infinitive), and to surf (infinitive) a bicycle.

Artinya: 
Saya suka lari (infinitif), berenang (infinitif), dan berselancar (infinitif).

Catatan: teman-teman dapat menggunakan "to" sebelum semua kata kerja dalam kalimat atau hanya sebelum kata kerja pertama.

Klausa

Struktur paralel yang dimulai dengan klausa harus tetap dengan klausa. Mengubah pola lain atau mengubah suara kata kerja (dari aktif ke pasif atau sebaliknya) akan memutus paralelisme. Contoh:

The coach told the players that they should get a lot of sleep (clause), that they should not eat too much (clause), and that they should do some warm-up exercises before the game (clause).

Artinya:

Pelatih memberi tahu para pemain bahwa mereka harus banyak tidur (klausa), bahwa mereka tidak boleh makan terlalu banyak (klausa), dan bahwa mereka harus melakukan beberapa latihan pemanasan sebelum pertandingan (klausa).

Atau dapat juga berbentuk seperti berikut:

The coach told the players that they should get a lot of sleep, not eat too much, and do some warm-up exercises before the game.

Artinya:

Pelatih memberi tahu para pemain bahwa mereka harus banyak tidur, tidak boleh makan terlalu banyak, dan melakukan beberapa latihan pemanasan sebelum pertandingan.

Daftar setelah titik dua

Pastikan untuk menyelaraskan semua elemen dalam daftar ke dalam bentuk yang sama. Contoh:

The dictionary can be used to find these: word meanings, pronunciations, correct spellings, and irregular verbs.

Artinya:

Kamus dapat digunakan untuk menemukan ini: arti kata, pengucapan, ejaan yang benar, dan kata kerja tidak beraturan.

Bunyi Kalimat (aktif atau pasif)

Aktif dan pasifnya suatu subkalimat juga harus diperhatikan dalam membandingkan struktur paralel, dan dalam satu kalimat haruslah setara bunyi bahasanya.

Contoh:

Mr. Thomas expected that he would present his ideas at the meeting (active), that there would be time for him to show his slide presentation (active), and that his partners would agree with him (active).

Artinya:

Pak Thomas berharap akan mempresentasikan idenya saat rapat (aktif), ada waktu baginya untuk menampilkan slide presentasi (aktif), dan rekannya setuju dengannya (aktif).


Penggunaan Adjective dan Adverb

Penggunaan kata keterangan dan kata sifat juga harus disetarakan untuk masing-masing item yang dibandingkan.

Contoh:

The soldiers approached the enemy camp slowly (adverb) and silently (adverb). 

Artinya:

Para prajurit mendekati kamp musuh secara perlahan (kata keterangan) dan diam-diam (kata keterangan).

Contoh 2:

The book contains poems which are romantic (adjective), soothing (adjective), and enjoyable (adjective).

Artinya:

Buku ini berisi puisi-puisi yang romantis (adjektiva), menenangkan (adjektiva), dan dapat dinikmati (adjektiva).


Baiklah, itu tadi penjelasan singkat mengenai Parallel Structure (struktur paralel) serta contoh kalimatnya. Semoga teman-teman dapat memahami apa yang saya sampaikan ya.. hehe.
Mohon maaf jika ada kesalahan atau penjelasannya kurang rinci. Semoga bermanfaat ya semuanya.. terima kasih..

Selasa, 24 November 2020

Review Film "CRAWL" dan pembelajarannya

"CRAWL" Movie Review


Hello friends, this blog is related to meeting my English course. Our activity today is watching movies together, although it is done online, it is still fun.

The film of choice this time is about a ferocious water predator entitled "CROWN". I have prepared a review for friends who are interested in watching this film.

This film begins with a young girl named Haley. She is a talented swimmer and often wins competitions. But strangely, Haley never won first place but always finished second. This annoyed him.

After Haley's swim practice was over, her sister called to warn Haley that there was going to be a storm at that place. Even though Haley's place had never had a storm before, but in the single place her father must have been hit by a storm. Their family was not very harmonious because Haley's parents had separated.

Haley decided to go see her because her father's cell phone couldn't be reached. Arriving at her father's house, the area was filled with water. But his father was not found, only his dog.

Haley went to her father's old house with her dog. But Haley did not find her father, only his father's cellphone. He looked for his father in besmen and found her father was passed out and injured.

Suddenly, a large and terrible crocodile appeared in front of them. Dragging her father, Haley tried to get out of the house. But they were instead surrounded by several crocodiles.

The water was getting higher, when Haley saw a group of robbers at the shop in front of her father's house. He tried to ask for help, but unfortunately the robber had been devoured by a crocodile. then came two rescue team, but again they were devoured by crocodiles.

Then Haley decided to swim through the sewers. Because he is a talented swimmer, he managed to climb up and save her father. They intend to use the boat in front of them to save themselves. At the same time, the flood had come because the retaining wall had burst. They were trapped back in the house. However, with difficulty they managed to climb to the roof until a helicopter came to save them.

The story is over.

The story is not only affirming and gruesome. But it also contains learning for us.

Whatever the conditions, never forget our parents, this was proven when Haley looked for her father even though she knew that it was very dangerous. We have to face our fear, rest assured that if we try we can do anything, even though Haley was surrounded by many big and ferocious crocodiles, she managed to survive. Don't get your hopes up on other people, have confidence in your own abilities.

That's all I can say, hopefully it's useful and thank you.

Senin, 23 November 2020

Stated Question, Strategi dan Contoh Kalimat, dan Contoh Teks Bacaannya

Stated Question


Mengenal Kalimat Tanya Stated Question

Dalam suatu bacaan, penting untuk mengetahui ide utamanya (mean idea). Setiap soal pasti berkaitan dengan mean idea. Ide utama bisa jadi sudah terlampir dalam teks bacaan tersebut, tapi ada juga suatu teks yang harus kita simpulkan terlebih dahulu. Selain itu, dalam suatu soal dari teks bacaan juga pasti menanyakan mengenai stated question. 

Stated question adalah kumpulan pertanyaan yang menanyakan details atau ide spesifik serta informasi lain dalam suatu teks bacaan, baik berupa teks cerita fiksi, sejarah, informasi umum, maupun cerita non-fiksi lainnya. Dalam stated question, ide utama sudah terdapat / terlampir dalam teks bacaan tersebut.  Kalimat tanya yang digunakan mengandung 5W + 1H (what, where, who, when, why, how). 

Contoh stated question yang sering muncul yaitu: 

  • According to the passage, why ...
  • According to the author, what...
  • The passage indicates that...
  • The passage stated that...
  • Which of the following is true...?

Tips dan Strategi menjawab Stated Question

Tips untuk menjawab stated question adalah:
  • Baca soal terlebih dahulu untuk menentukan kata kunci (detail informasi). 
  • Lakukan teknik scanning (membaca cepat). Hal ini agar waktu tidak terbuang untuk membaca seluruh teks, mulai membaca dari paragraf pertama dan selanjutnya hingga menemukan kata kunci dari bacaan yang sesuai dengan soal).
  • Setelah kata kunci ditemukan, baca kalimat tersebut dengan seksama.
  • Kumpulan detail informasi dalam kalimat tersebut dan cocokkan dengan pilihan jawaban.
  • Eliminasi opsi jawaban yang kemungkinan besar bukan jawaban yang tepat.

Reading Comprehension

Sumber berasal dari:
https://elibraryusa.state.gov/databases/BookFlix

Meet Ludwig van Beethoven

Ludwig van Beethoven was on of the greatest composers ever. He wrote classical music. Beethoven's music was loud and exciting. Ladwig Van Beethoven was born in Bonn, germany, on Desember 16, 1770. When he was little, Ludwig learned to play the clever and the violin. His father tought him. He made Ludwig practice four hours every day. If Ludwig made a mistake is father punished him. He wanted Ludwig to be a famous musician. Lagwig's work on soon paid off. Ludwig's hard work soon paid off. He played in his first concert when he was just seven years old.

When Beethoven was about 17, the prince sent him to Vienna, Austria, to study. When he was in his late 20s, Beethoven realized he was lossing his hearing. This was a terrible thing to happen to a musician. Still, he continued to write and perform music. Beethoven's hearing got worse as he got older. In 1811, he had to stop playing in public. He could not conduct his own work either. By 1844, Beethoven was almost competely deaf. But he still heard music on his head, and he kept composing. In 1824, Beethoven completed his Month Symphony. And on mau 7, his made a rare public appearance to help conduct the Symphony. He could not hear the audience cheering. One of singers turned him to face the audience so he could see then clapping. 

In 1826, Beethoven caught a bad cold. He became very sick. On Match 26, 1827, Beethoven died at home. He was 56 years old. Although he had a difficult life, his music still makes people happy today.


Stated Question

Berdasarkan teks di atas, coba teman-teman kerjakan soal berikut.

1. Accounting to the passage, what kind of music does Ladwig do?

a. Classic

b. Seriosa

c. Jazz

d. Rock


2. Who is the teacher who tought him to play Clavier and Kola?

a. Famous teacher

b. Professional teacher

c. His father

d. Uncle


3. At what age was Ludwig playing at his first consert?

a. 6 years

b. 7 years

c. 8 years

d. 9 years


4. When he was 17 years old, where did Ludwig continue his education?

a. Apenxell, Swiss

b. Machu Picchu, Peru

c. Boracay, Filipina

d. Wina, Austria


5. At what age did Beethoven notice that he had lost his hearing?

a. Early 20

b. Late 20

c. Mid 21

d. Late 21


6. Why did Beethoven stop playing in public in 1811?

a. His mother is seriosly ill

b. Another composer has replaced him

c. His hearing is getting worse

d. He wants to enjoy his retirement


7. How did Beethoven know that the audience was applauding him?

a. He don't know

b. By seeing him in person

c. Some onloocers forced him down

d. Facing the audience


8. In what year did Beethoven complete his Ninth Symphony?

a. 1814

b. 1824

c. 1826

d. 1827


9. What illnes did he suffer in 1826?

a. Kidney failure

b. Cancer

c. Severe flu

d. Acute ulcer


10. At what age did Beethoven die?

a. 54

b. 55

c. 56

d. 57


Jawaban kunci

1.  a. Classic

2.  c. His father

3.  b. 7 years

4.  d. Wina, Austria

5.  b. Late 20

6.  c. His hearing is getting worse

7.  d. Facing the audience

8.  b. 1824

9.  c. Severe flu

10.  c. 56


Itu tadi penjelasan mengenai stated question, semoga informasi yang disampaikan dapat bermanfaat. Terima kasih.

.


Minggu, 15 November 2020

Adjective Clause, Pola Penggunaan, Contoh Kalimat, dan Latihan Soal

Selain berfungsi sebagai konektor, adjective clause (kata ganti) jiga dapat difungsikan sebagai objek di klausa ke dua.  Itu sebabnya, dalam beberapa konektor yang tidak membutuhkan subjek setelahnya. Karena fungsi tersebut juga dapat dilakukan oleh konektor (double fungsi). Sehingga pada anak kalimat, cukup menambahkan verb (kata kerja) setelah konektor.  

Contoh:

People who are true patriots love their country unconditionally.

Pada kalimat di atas terdapat induk kalimat (independent clause) dan juga anak kalimat (dependent clause).  

Induk kalimat menjadi inti dari kalimat tersebut, terdapat pada 'people love their country unconditionally'.  Sedangkan anak kalimat menjadi penambah/penjelas dalam suatu kalimat. Ditandai dengan adanya konektor, dan diikuti verb. Yang termasuk anak kalimat yaitu, 'who are true patriots'.

Dalam satu kalimat, independent clause (induk kalimat) hanya ada satu, tapi dependent clause (anak kalimat) boleh lebih asalkan setelah konektor ada verb.

Nah, setelah membaca penjelasan di atas, teman-teman pasti bisa menentukan yang manakah independen clause dan dependent clause dari kalimat berikut.

Contoh lainnya:

The girl who is sitting  next to me is beautiful.

Independent clause-nya yaitu 'The girl is beautiful'. Sedangkan dependen clause-nya 'who is sitting next to me'. Ingat ya, anak kalimat (dependent clause) selalu ditandai dengan adanya konektor dan diikuti verb.

Pola Penggunaan Adjective Clause

Penggunaan adjective clause yang kurang tepat dapat menjadikan suatu kalimat tersebut menjadi tidak sesuai kaidah kebahasaan (ungrammar).  Untuk mencegah hal itu, kita harus memahami pola penggunaannya terlebih dahulu. 


1. Who

Who di sini diartikan sebagai 'yang', penggunaannya sebagai kata ganti orang untuk subjek (she/he/they...).
Pola strukturnya yaitu
Who + verb

Contoh kalimat:
Jane is my sister.  She has 2 babies.

Penggunaan adjective clause who

Jane who has 2 babies is  my sister.


2. Whom

Whom di sini diartikan sebagai 'yang', penggunaannya sebagai kata ganti orang untuk objek (her, him, them).
Pola strukturnya yaitu:
Whom + S + P

Contoh kalimatnya

Jane is a singer. I like her.

Penggunaan adjective clause whom

Jane whom I like is a singer.


3. Whose

Whose di sini diartikan sebagai 'yang', penggunaannya sebagai kata ganti kepunyaan (her, his, its, their..). Pola strukturnya yaitu:
Whose + noun

Contoh kalimatnya:

Jane is a singer. Her voice is hoarse.

Menjadi:

Jane whose voice is hoarse is a singer.

4. That

That di sini diartikan sebagai 'yang', penggunaannya sebagai kata ganti orang/benda untuk subjek/objek. Pola strukturnya yaitu:
That + verb  .. atau..   That + S + P

Contoh kalimatnya:

The house stands firmly. It is built on the cliff.

Menjadi:

The house that is built on the cliff stands firmly.

5. Which

Which di sini diartikan sebagai 'yang mana (spesifik)', penggunaannya sebagai kata ganti benda untuk objek/subjek. Pola strukturnya yaitu:

Which + verb ... atau ... Which + S + P

Contoh kalimatnya :

A house with Jo bought last year is built on the cliff.

Menjadi:

A house which is built on the cliff, belongs to Jo.


6. Where

Where di sini diartikan sebagai dimana/ketika. Penggunaannya sebagai kata ganti untuk tempat (there / here).
Pola strukturnya:
Where + S + P

Contoh kalimatnya:

Wakiki is next to DH. I always spend my free time in Wakiki / there.

Menjadi:

The Wakiki beach where I always spend  my free time is next to Diamond Head.


7. When

Penggunaan when di sini sebagai kata ganti orang/benda untuk tempat dan waktu (there, here, & time). Pola strukturnya yaitu:
When + S + P

Contoh kalimatnya:

The baby woke up  when her mom turned on the lamp.
 
Kalimat lainnya:

I can remember when you proposed me for a marriage.


8. Why

Why berarti mengapa. Pola strukturnya:
Why + S + P

Contoh kalimatnya:

I want to buy Urus SUV Lambo. The reason is you.

Menjadi:

The reason why I want to buy Urus SUV Lamborghini is you.


Sampai di sini teman-teman pasti sudah paham penggunaan adjective clause kan. Nah, untuk menguji kemampuan teman-teman, coba kerjakan contoh soal berikut lalu pastikan apakah jawaban teman-teman sudah benar. 

Contoh soal 1.

Analisis kalimat berikut apakah sudah benar, jika ada yang kurang tepat berikan alasannya!

1. I did not belive the story he told me.
2. The teacher whom the students like the most is their English teacher.
3. Did you forget the promise whom you made?
4. Next week I am going to visit my cousins, whom have not in several years.
5. She is able to solve the problems which that she cause.


Jawaban kunci:

1. Kalimat tersebut kurang tepat karena tidak ada konektor.
2. Kalimat sudah benar.
3. Kalimat sudah benar.
4. Kalimat kurang tepat, sebab setelah konektor 'whom' harus diikuti subjek.
5. Kalimat kurang tepat, penggunaan kata 'did' sebaiknya dibuang karena menyebabkan kalimat tersebut berbentuk introgatif.


Sepertinya kemampuan teman-teman sudah meningkat nih. Jika contoh di atas masih kurang, coba teman-teman kerjakan juga contoh di bawah ya!

Contoh soal 2.

Analisis kalimat berikut apakah sudah benar, jika ada yang kurang tepat berikan alasannya!

1. The children built a house in the tree that in the backyard.
2. The boat that hit the underwater rock sank.
3. After dinner she went to visit her parents, who were living down the street.
4. She forgot to attend the meeting that it began at 9.00
5. Any student who does not turn in the paper by Friday will fail the class.


Jawaban kunci:

1. Kalimat kurang tepat, karena setelah that tidak ada verb.
2. Sudah benar.
3. Sudah benar.
4. Kalimat kurang tepat,  seharusnya kata 'it' dihilangkan.
5. Sudah benar.

Gimana teman-teman?  Masih belum puas? Oke deh,  masih ada satu contoh soal nih buat teman-teman semua.  Coba dikarjakan lagi ya!

Contoh Soal 3

Lengkapi kalimat rimpang berikut tanpa melihat kunci jawaban ya!

1. I did'n know ___, and I was too confused to decide.

2. Susanti whom Indah ___ is the smartest student in her class.

3. Due to Coronavirus pandemic, students ___ have online class.

4. I visited my grandmother ___ lives in a different city.

5. The movie ___ we saw last night in Mega Mall XXI won three awards.

6. Do you know the reason ___ there are no penguins at the North Pole?

7. The students ___ names are not on the live-presence list Will be considered absent.

8. Most of people ___ I know will be invited to my wedding party, but you!

9. Can you find the girl ___ you talked to last night? Hmm, I think I like her.

Jawaban kunci

1. Which job I wanted
2. Bullies everyday
3. Who enrol TUTEP training will
4. Who
5. Which
6. Why
7. Whose
8. Whom
9. Whom

Catatan tambahan nih, untuk penggunaan 'who / that', membutuhkan verb setelahnya. That digunakan jika dalam keadaan ragu apakah subjek dalam suatu kalimat tersebut  manusia atau bukan.






.

.

.

.

.

Kamis, 05 November 2020

Strategi Kunci Test TOEFL

STRATEGI KUNCI TEST LISTENING TOEFL


Dilihat dari namanya saja, teman-teman pasti sudah bisa membayangkan seperti apakah jenis test listening TOEFL ini. Dalam test ini, kita akan menjawab soal yang diberikan berdasarkan teks yang dibacakan oleh native speaker melalui audio.  Selain itu, peserta test juga akan dihidangkan dengan percakapan antara dua orang menggunakan bahasa Inggris. Waktu yang diperlukan untuk menjawab setiap soal tergolong sangat singkat, umumnya tidak lebih dari 8 detik.

Peserta test akan diberikan arahan (direction) pada setiap part/jenis soal yang akan dikerjakan. Arahan maupun soal hanya akan dibacakan sekali. Jadi waktu yang kalian miliki sangatlah berharga. 

Nah, untuk kalian yang belum lancar berbahasa Inggris atau belum terbiasa mendengarkan kalimat bahasa Inggris yang cukup panjang, kalian wajib untuk mengetahui trik dan strategi dalam mengerjakan test listening TOEFL ini. 

Berikut beberapa trik dan strategi dalam mengerjakan test listening menurut jenis soalnya.


A. LISTENING COMPREHENSION

Ada beberapa poin atau strategi yang bisa digunakan untuk memahami dan menjawab soal listening comprehension, diantaranya:

1. Fokus pada percakapan terakhir (Fokus On The Last Dialogue)


2. Pilih jawaban dengan kalimat sinonim (Choose Answer With Synonyms).


3. Hindari Suara yang terdengar mirip (Avoid Similar Sounds).


4. Tarik kesimpulan tentang "who, what, dan where" dalam kalimat pasif dan dalam kalimat kata benda berurutan.


5. Dengarkan ungkapan kalimat, apakah termasuk negatif, negatif ganda, atau hampir negatif.


6. Dengarkan kalimat negatif yang disertai kalimat komparasi.


7. Pahami ungkapan kalimatnya, apakah merupakan kalimat persetujuan, ketidakpastian dan saran, serta empatik kejutan.


8. Dengarkan kalimat harapan serta kalimat pernyataan ketidakbenaran.


9. Perhatikan kalimat yang mengandung dua dan tiga kata kerja.


10.  Dengarkan kalimat idiom


B. LONG CONVERSATION

Ada beberapa strategi yang harus dipahami dalam menjawab soal long conversation, diantaranya:

1. Jangan tertipu pada kata yang diucapkan.


2. Perhatikan kalimat pertama percakapan, karena seringkali berisi pikiran utama, subjek, atau topik dari percakapan. Biasanya pertanyaan yang muncul berhubungan dengan hal ini.


3. Dengarkan percakapan sambil membuat kesimpulan mengenai situasi percakapan, serta temukan bagian 5W + H dalam percakapan ini, pembahasan ini mungkin diberikan. Seringkali anda diminta untuk membuat kesimpulan tersirat dalam pembahasan.


4. Dengarkan percakapan sambil membaca pilihan jawaban dan cobalah untuk menentukan jawaban yang tepat. Jawaban dari pertanyaan yang rinci biasanya terdapat dalam urutan percakapan dan biasanya terdengar sama dengan yang diucapkan pada rekaman.


5. Buat kesimpulan tentang siapa (who), kapan (when), dan di mana (where). Serta coba bayangkan situasi yang terjadi pada pikiran anda.


6. Jangan pernah mengosongkan jawaban, tetap menebak walaupun anda tidak yakin dengan jawaban anda.


7. Atur waktu anda seefisien mungkin dalam menjawab setiap soal.









Conjunction & Connector, serta Penggunaanya


Conjunction dan Connector

Nah, teman-teman pasti berfikir bahwa kata hubung Conjunction dan Connector itu sama. Ternyata keduanya berbeda lo, yuk simak penjelasannya.

Connector adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan kalimat.  Jika tidak ada connector maka hubungan antarkalimat tidak akan terkait. Seperti kamu dan dia (wkwk, bercanda ya).

Tapi connector berbeda ya dari 
conjunction. Meskipun sama-sama kata hubung,  keduanya berbeda pada penggunaannya.  Connector digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan antarkalimat (antara satu kalimat dengan kalimat berikutnya). Sedangkan conjunction digunakan untuk menyambungkan kata, kalimat, atau klausa ke dalam satu kalimat. Jadi jangan sampai salah ya..

Kata hubung ini (conjunction / connector) dibagi menjadi tiga, yaitu coordinating connector, subordinating connector (cause connector, misalnya: because, because of), dan correlative connector (misalnya: not only... but also,  either or... neither nor). 

Pengertian Conjunction

Conjunction adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan antara kata, frasa, klausa, atau kalimat.  Conjunction membuat suatu kalimat menjadi kompleks.

Aturan Penggunaan Conjunction

Terdapat beberapa aturan penting dalam penggunaan conjunction, yaitu:
1. Digunakan untuk menghubungkan ide, tindakan, noun, clause, serta kelas kata lainnya.
2. Conjunction berguna untuk membuat list.
3. Pastikan bahwa kelas kata yang terhubung dengan conjunction bersifat paralel (mempunyai struktur yang sama).

Jenis-jenis Conjunction

1. Coordinating Conjunction

Coordinating conjunction adalah kata hubung yang digunakan untuk menggabungkan dua kata dalam satu konteks kalimat padu. Kata yang disambungkan bisa berjenis apa saja, mulai dari noun, pronoun, sampai adjective. Conjunction ini bisa digunakan untuk menghubungkan kalimat setara.

Coordinating conjunction dibagi menjadi 7 macam dalam bahasa Inggris,  yaitu for, and, nor, but, or, yet, dan so.  Ketujuh macam coordinating conjunction ini bisa kita singkat menjadi FANBOYS.

For, digunakan untuk untuk menghubungkan sebab pada akibat.
And, digunakan untuk menghubungkan ide sekelas dan sama.
Nor, digunakan untuk menghubungkan dua kalimat negatif.
But, digunakan untuk menghubungkan ide sekelas namun berbeda.
Or, digunakan untuk menghubungkan dua pilihan sekelas.
Yet, digunakan untuk menghubungkan ide sekelas namun bertolak belakang.
So, digunakan untuk menghubungkan akibat pada sebab.

Coordinating conjunction juga dibagi beberapa kelompok berdasarkan fungsi khusus conjunction ini. Diantaranya:
 
A. Cumulative  Conjunction

Kelompok kata hubung ini menunjukkan adanya informasi tambahan mengenai subjeknya.

- Budi and Rika are best friend.
Budi dan Rika adalah teman baik.

- Rendi likes both volleyball and basketball.
Rendi menyukai bola voli dan juga basket.

B. Alternatif Conjunction

Kata hubung ini menunjukkan adanya pilihan antara dua hal.
(Either.. or,  neither.. nor,  otherwise,  or,  else).

- My phone cannot either send or receive message.
Ponselku tidak dapat mengirim dan menerima pesan.

- I don't know it's  right or wrong choice.
Aku tidak tahu ini pilihan benar atau salah.

C. Adversative Conjunction

Kata hubung ini menyatakan  bahwa adanya perbedaan atau kontras antara satu dengan lainnya.
(But, however, notwithstanding, nevertheless, only,  on the contrary,  whereas, while, still, yet).

I love her but I hate her too.
Aku mencintainya tapi aku juga membencinya.

D. Relative Conjunction

Kata hubung kelompok ini digunakan untuk menyatakan kesimpulan.
(Accordingly, consequenly, so, hence, wherefore, this).

She is sick, so she doesn't go to school.
Dia sakit, maka dia tidak bisa pergi ke sekolah.

2. Subordinating Conjunction

Subordinating conjunction digunakan untuk menyambungkan dua klausa dan menghubungkan dua kalimat. Kalimat yang dihubungkan adalah kalimat independen dan dependen. Subordinating conjunction juga dapat digunakan untuk membuka kalimat.
Conjunction ini digunakan untuk tiga jenis klausa, yaitu:

Adverb Clause

a. Waktu ( after, as, just as, as long as, as soon as, before, since, until, when, whenever, while ).

b. Tempat  ( where, wherever, anywhere, everywhere ).

c. Cara  ( as, just as, as if, as though )

d. Jarak  ( as + adverb + as )

e. Frekuensi  ( as often as )

f. Sebab  ( as, because, since )

g. Tujuan ( so that, in orther that )

h.  Akibat ( so + adjective + that,  so + adverb + that,  such a(n) + noun + that,  so much/many/little/fee + noun + that )

i. Kondisi  ( if, unless )

j. Partial Contrast  ( although,  even though,  though )

k. Perbedaan  ( while, whercas )


3. Correlative Conjunction

Correlative conjunction digunakan untuk memberikan opsi. Biasanya membutuhkan kata lain yang menjadi pasangan tapi letaknya terpisah dengan conjunction utama.

Correlative conjunction meliputi both - and, either - or, neither -  nor,  not only - but also, dan weither - or.

Contoh Penggunaan Conjunction


Conjunction And

Berfungsi untuk menyatakan makna tambahan.

George sells her motorbike that he bought last year and I buy it for my son.
George menjual sepeda motornya yang dia beli tahun lalu dan saya membelinya untuk anak saya

Conjunction But

Berfungsi untuk  menyatakan makna dua ide yang berlawanan .

They eat fruit but she eat cakes that you have her.
Mereka makan buah tetapi dia makan kue yang diberikan padanya.

Conjunction Or

Berfungsi untuk menyatakan makna pilihan.

I di not know when he left town or why he wanted to do it.
Saya tidak tahu kapan dia meninggalkan kota atau mengapa dia mau melakukannya.

Conjunction So

Digunakan untuk menyatakan makna syarat.

I wanted to study English, so I went to America.
Saya ingin belajar bahasa Inggris, jadi saya pergi ke Amerika.

Conjunction For

Digunakan untuk menyatakan makna hubungan sebab-akibat.

Dino can not come to the wedding, for his father died last night.
Dino tidak bisa datang ke pesta karena ayahnya meninggal semalam.

Conjunction Because

Digunakan untuk menyatakan makna alasan dan untuk menghubungkan dua klausa atau lebih.

The boy at the apple because he loves fruit.
Laki-laki itu memakan apel karena dia suka buah.

Conjunction If

Berfungsi  menyatakan makna syarat dan untuk memperkenalkan subklausa yang berfungsi sebagai konstituen kalimat.

I'll attend the meeting tomorrow, if  it does not rain.
Saya akan menghadiri pertemuan besok, jika tidak turun hujan.

Conjunction Since

Digunakan untuk menyatakan titik permulaan durasi dan memperkenalkan subklausa.

Nurul lived in my my house since he was young.
Nurul tinggal di rumahku sejak dia masih muda.

Conjunction Before

berfungsi untuk menyatakan makna yang berpotensi terjadi dan menghubungkan klausa.

I will call you before I go
Saya akan menghubungimu sebelum saya pergi.

Conjunction While

Digunakan untuk menyatakan kegiatan yang berlangsung bersamaan dan menghubungkan klausa.

I was eating popcorn while watching my favorite movie.
Saya sedang makan popcorn sambil menonton film favorit saya.

Conjunction So That

Digunakan untuk menyatakan alasan dan berfungsi menghubungkan klausa dan kalimat.

He tied me up so that I couldn't move.
Dia mengikat saya sangat kuat sehingga saya tidak bisa bergerak.

Conjunction As soon As

Digunakan untuk menyatakan waktu dan berfungsi menghubungkan kalimat.

I will send you a letter, as soon as I arrive in Hongkong.
Saya akan mengirimmu surat begitu saya tiba di Hongkong.

Conjunction As If

Berfungsi untuk menyatakan cara dan untuk menghubungkan klausa.

He acted as if  he owned the house.
Dia bertindak seperti tuan rumah.

Conjunction In Case

Digunakan untuk menyatakan suatu keadaan dan berfungsi menghubungkan klausa.

In Case you leave the house, please close the windows.
Kalau saja kamu meninggalkan rumah, tolong tutup jendela itu.

Conjunction Than

Digunakan untuk menyatakan perbandingan dan berfungsi untuk memperkenalkan subklausa yang berfungsi sebagai konstituen kalimat.

You are older than me.
Kamu lebih tua dari saya.

Conjunction That

Digunakan untuk menyatakan suatu hasil dan berfungsi untuk memperkenalkan sub klausa yang berfungsi sebagai konstituen kalimat.

I hope that she would come.
Saya berharap bahwa dia akan datang.

Conjunction As

Digunakan untuk memperkenalkan subklausa yang berfungsi sebagai konstituen kalimat.

They did as I had asked.
Mereka mengerjakan seperti yang saya minta.

Conjunction Though

Digunakan untuk menyatakan perbedaan dan untuk memperkenalkan subklausa yang berfungsi sebagai konstituen kalimat.

Rizky was fond of Risma, though she often annoyed him.
Rizky mencintai Risma, meskipun dia (Risma) selalu menjengkelinya.

Conjunction Whether

Untuk menyatakan sesuatu yang tidak/belum pasti dan berfungsi untuk memperkenalkan subklausa yang berfungsi sebagai konstituen kalimat.

I wasn't sure whether you'd like it.
Saya tidak yakin apakah dia menyukainya.











Senin, 19 Oktober 2020

Preposition, Jenis, Contoh, dan Cara Penggunaannya

Preposition (Kata Depan Bahasa Inggris)


Pengertian Preposition

Propesition adalah kata yang dikombinasikan dengan noun atau pronoun, membentuk phrase (frasa)  yang menerangkan verb (kata kerja), noun (kata benda), atau adjective (kata sifat). Objek of preposition dapat berupa noun, noun phrase (frasa kata benda), pronoun (kata ganti), atau gerund (verb + ing). Suatu preposition dapat hanya terdiri dari satu kata (one word preposition), atau gabungan dengan part of speech lain (complex preposition).

One-word preposition:

At, in, of, on, under, with.

Complex preposition:

Along with, because of, by means of, next to.

Aturan Penggunaan Preposition

Preposition tidak bisa diikuti oleh verb. Jika ingin menggunakan verb, harus menggunakannya dalam bentuk gerund.

Contoh:

He’s been banned from driving for six months.

Ketika object of preposition berbentuk interrogative pronoun (what, who, whom, which, where, dll), preposition biasanya berada di awal atau akhir kalimat.

Contoh:

What are you thinking of?

Ketika objek preposition  berbentuk relative pronoun ‘that’, preposition berada di akhir kalimat.

Contoh:

Here is the magazine that you asked for.

Ketika objek of preposition berbentuk infinitive (to + verb), preposition berada setelah invinitive.

Contoh:

I need a book to write on.

Dalam beberapa kalimat, preposition dilekatkan dengan verb.

Contoh:

I hate being laughed at.

Di beberapa kasus, preposition berada di depan kalimat. Biasanya berupa kalimat tanya.

Contoh:

For whom is this letter?

Beberapa Preposition Penting

Preposition dapat menunjukan arah, waktu, lokasi, dan posisi, serta jenis hubungan abstrak lainnya.

a. Preposition In/On/At

Waktu:

In digunakan untuk bulan, tahun, dan periode yang panjang.

I started working here in 1991.

On digunakan untuk hari dan tanggal.

What are doing on Friday?

At digunakan untuk waktu yang tepat (khusus/spesifik).

There’s a meeting at 2.30 this afternoon.


Tempat:

In digunakan untuk ruang yang tertutup.

They live in a charming old cottage.

On digunakan untuk permukaan secara horizontal atau vertikal.

Look at all the books on your desk! 

At digunakan untuk tempat yang spesifik.

I enjoyed my three years at university.


b. At/In/To/Into

At untuk posisi yang tetap, sedangkan in untuk posisi yang berubah.

Contoh:

1. She is at home.

2. The train is in montion.

In menunjukan keadaan yang tetap, sedangkan into  untuk menunjukan perpisahan.

Contoh:

1. There is only one student in the class.

2. She jumpet into the water.

To bisa digunakan untuk menunjukan petunjuk, tujuan, dan perbandingan. Sedangkan into menunjukan perubahan dan posisi bagian dalam.

Contoh:

1. Look to the left! What a beautiful view.

2. The boy changed into a man.


c. Preposition On/Into

On bisa digunakan untuk menunjukan posisi yang tetap maupun berubah.

Contoh:

1. She was sitting on that chair for five minutes.

2. Snow fell on the hills.

onto digunakan untuk perubahan level.

Contoh:

People climbed onto their roofs.


d. Preposition With/By

With menujukan alat yang digunakan, sedangkan By menunjukkan orang yang melakukan kegiatan.

Contoh:

This letter was written by Charlie with a pencil.


e. Preposition Since/For/From

Since biasanya digunakan dengan present perfect atau past perfect tense dan hanya digunakan untuk menunjukkan waktu. 

Contoh:

I had been ill since  Monday.

For bisa digunakan untuk menunjukkan waktu atau tempat.

Contoh:

1. We walked for  miles.

2. She’s out off the office for a few days next week.

From juga bisa digunakan untuk menunjukkan waktu daan tempat.

Contoh:

1. Drinks will be served from seven o’clock

2. She took her hairbrush from her handbag and began to brush her hair.


f. Preposition Beside/Besides

Beside menunjukkan posisi, sedangkan besides untuk menambah suatu gagasan. Beside berarti in addition, also atau and. 

Contoh:

1. He was sitting beside John.

2. He has a car besides a motor cycle.


g. Preposition Between/Among

Between biasanya digunakan untuk menunjukkan posisi antara dua orang atau benda. Namun bias juga digunakan untuk menjamak ketika kita mempunyai jumlah yang pasti dan mempunyai hubungan yang dekat dengan mereka.

Contoh:

We’ll have to portion the money out between  the six of us.

Among digunakan untuk menunjukkan posisi lebih dari dua orang atau benda (jamak).

Contoh:

I saw a few familiar faces among the crowd.


h. Preposition Among/Amongst

Kedua kata ini memiliki kata yang sama, keduanya bias digunakan ketika diikuti oleh ‘the’. Namun jika diikuti oleh sebuah kata yang diawali huruf vocal, gunakanlah ámongst’. Amongst ini biasanya digunakan pada penulisan sastra.

Contoh:

1. They distributed the foods among/amongst the poor.

2. They distributed the foods amongst us


Pengertian Prepositional Phrase

Kombinasi antara preposition dengan objek of proposition membentuk suatu frasa yang di sebut preposition phrase.

Prepositional phrase = preposition + objek of preposition

Contoh:

1. At home (preposition + noun)

2. Because of you (preposition + pronoun)

3. Under the bridge (preposition + noun phrase)

Prepositional phrase  dapat dibedakan menjadi adjectival prepositional phrase dan adverbial prepositional phrase. Adjectival berfungsi seperti adjective yang menerangkan noun, sedangkan adverbial berfungsi seperti adverb yang menerangkan verb, adjective, atau adverb.

Contoh:

1. The family under the bridge has to scramble to buy food.

Keluarga di bawah jembatan itu harus berjuang untuk membeli makanan.

(adjectival prepositional phrase menerangkan family)

2. The workers are going on strike because of net being paid last mont.

Para pekerja akan mogok kerja karena tidak dibayar bulan lalu.

(adverbial prepositional phrase menerangkan frasa ‘’go on strike’’  (verb go)


Macam-macam Preposition

Preposition of Time (waktu)

Preposition of time adalah preposition yang digunakan untuk menunjukkan waktu. Diantaranya after, at, before, by, during, for, from, in, of, off, on, over, past, since, till, to, until.

Contoh:

1. I’m looking for a place to stay for a few months.

Saya sedang mencari tempat untuk tinggal selama beberapa bulan.

2. He was born in July.

Dia dilahirkan di bulan Juli. Preposition of Place (tempat)

Preposition of place adalah kata depan Bahasa Inggris yang digunakan untuk menunjukan tempat atau posisi. Diantaranya yaitu aboard, above, against, along, alongside, amid (st), among, around, at, away from, behind, beside, below, beneath, between, by, in, inside, in front of, in the middle of, near, next to, on, outside, over, round, under, underneath.

Contoh:

1. There’s a bowl of strawberries on the table.

Ada semangkok stroberi di atas meja.

2. He sat next to me.

Dia duduk di sebelah saya.

Preposition of Movement (pergerakan)

Adalah preposition yang digunakan untuk menunjukkan gerakan. Diantaranya yaitu around, away from, by/past, down, inside, into, off, onto, out of, over, to, toward(s), up.

Contoh:

1. A stray cat keeps coming inside my house.

Seekor kucing liar terus-menerus masuk ke dalam rumah saya. 

2. We used to walk down the hill.

Kami dulu biasa berjalan menuruni bukit.

Preposition of Manner (cara)

Adalah kata depan Bahasa Inggris yang menunjukan hubungan “cara”antara objek-nya dan kata-kata yang lain di dalam suatu kalimat. Diantaranya yaitu by, in, like, on, with, witchout.

Contoh:

1. We went there by plane, but we returned by train.

Kami pergi ke saana menggunakan pesawat, namun kami kembali dengan kereta.

2. Carla moved to Surabaya without telling me.

Carla pindah ke Surabaya tanpa mengatakan kepada saya.

Preposition of Purpose (tujuan)

Adalah preposition yang menunjukkan hubungan “tujuan”(purpose) antara objek-nya dan kata-kata lain di dalm suatu kalimat. 

Contoh:

1 Do you know how to set a table for dinner?

Apakah kamu tahu bagaimana cara menyiapkan meja untuk makan malam?

Preposition of Quantity/Measure (kuantitas/ukuran)

Preposition phrase of quantity akan mampu menjawab pertanyaan seperti: How much? How long?

Contoh:

1. I have been married for 2 years.

Saya telah menikah selama 2 tahun.

2. They sell fabric by the yard.

Mereka menjual kain per yar.


Kombinasi Preposition dengan Part of Speech Lain

Contoh:

Noun + preposition:

Information about

Anger at

Responsibility for

Experience in

Awareness of

Congratulation on

Addiction to

Difficulty with

Adjective + preposition:

Excited about

Excellent at

Surprised by

Ready for

Different from

Interested in

Fond of

Based on

Verb + preposition:

Believe in

Break into

Care about

Decide on

Get over

Look after

Stare at

Talk about

Verb + particle + preposition:

Come up against

Get on with

Look in on

Run out of


Contoh kalimat kombinasi preposition

1 He had a difficulty with  performing mental calculations.

Dia mempunyai kesulitan dalam melakukan perhitungan mental.

Noun + preposition 

2 This book is  based on true stories.

Buku ini berdasarkan kisah-kisah nyata.

Adjective + preposition

3 Get over  it.

Lupakan itu. 

verb + preposition

4 We’re about to run out of palm sugar.

Kita hampir kehabisan gula aren

Verb + particle + preposition


Preposition dan Conjunction

Ada beberapa preposition yang memiliki struktur dan makna yang sama dengan subordinate conjunction. Preposition tersebut antara lain : after, before, since, dan until. Bedanya jika preposition diikuti kata atau frasa, subordinate conjunction diikuti clause yang setidaknya terdiri dari subjek dan verb.

Contoh:

1. You will receive the payment before the end of this mount.

Kamu akan menerima pembayaran sebelum akhir bulan ini.

(preposition + frasa ‘the end of this mount’)

2. You will receive the payment before you leave tonight.

Kamu akan menerima pembayaran sebelum  kamu pergi malam ini.

Conjunction diikuti clause ‘you receive the payment’

Parallel Structure, Pengertian, Trik, serta Contoh Kalimatnya

Pengertian Parallel Structure Parallel Structure merupakan gugusan kata yang digunakan dalam rangkaian atau kelompok serta mempunyai bentuk ...